01 September 2009

salam kenal sahabat pecinta batu akik...

Koleksi Pembawa Keberuntungan

Mengoleksi batu cincin bukan hal mudah. Hobi yang satu ini bisa dikatakan beda dengan kolektor benda lainnya. Tidak sekadar melihatnya secara kasat mata, tapi ketelitian dan memahami jenisnya. Mulai corak yang tersembunyi sampai keasliannya.

Jika Anda tidak memahami jenis batuan dan coraknya, dikhawatirkan Anda akan memeroleh batuan palsu. Sepintas sama padahal bukan batu alam asli, melainkan batuan palsu. Istilah kolektor: batu suntikan. Corak gambar atau warna yang tergambar di dalam batu dibuat sendiri oleh pedagangnya.

Untuk memahami batu cincin ternyata tidak mudah. Kalau sekadar untuk hiasan jari, yang diperlukan cukup memahami batu asli atau palsu. Tapi, kolektor yang tingkat hobinya lebih tinggi harus mempunyai kemampuan supranatural. Dengan begitu ia tahu, batu cincin ini mengandung kekuatan magis atau tidak.

Penghobi batu cincin sebagian besar kalangan pria. Maklum, batu cincin ini berukuran besar. Tak hanya batunya, cincin pengikat batunya juga besar. Sehingga, kesannnya lebih gagah dan berani.

Di Jakarta Timur misalnya, ada pasar khusus yang menjual batu cincin dan aksesori lainnya. Yakni, di Pasar Rawa Bening. Persisnya di depan Stasiun Kereta Api Jatinegara. Batu yang dipasarkan adalah jenis batu mulia, seperti jamrud, safir, rubi, pirus, giok, berlian dan mata kucing.

Untuk jenis batu akik antara lain batu sulaiman, badar lumut, ati darah, ati ayam, madu, badar susu, pancar warna, kalimaya, dan lain-lain. Batuan jenis ini berasal dari Pacitan, Sukabumi, Lampung, Bogor dan kota lain di Kalimantan.

“Dari luar negeri kita punya batu dari Persia, Srilangka, dan Myanmar, ” ujar Reli, 42 tahun. Pria ini salah seorang pedagang setempat yang membuka kios batu cincin sejak tahun 1976.

Sebelum menjadi pedagang, Reli juga kolektor batu cincin. Ia memiliki batu dari berbagai jenis corak dan warna. Menurut dia, koleksi ini tidak hanya sekadar untuk gagah-gagahan bagi seorang pria. Ia percaya, batu cincin koleksinya punya kekuatan dan daya pikat. Ada yang berkhasiat untuk memperlancar rezeki, menaklukan musuh, dan mencari jodoh.

“Kalau orang sudah pintar tentang batu cincin, dipegang saja ia sudah tahu ada apa ‘di balik’nya, dan apa keampuhannya. Pedagang juga tahu tujuan pembeli mencari batu cincin,” ujarnya.

Harga yang ditawarkan Reli kepada calon pembeli bervariasi. Tergantung jenis, keindahan warna dan corak yang muncul pada batu tersebut. Untuk batu akik misalnya, jenis batu garut ia jual seharga Rp1 juta hingga Rp10 juta.

Untuk batu mulia, jenis batu pirus dari Persia, ia jual dengan harga relatif rendah, yaitu Rp300 ribu. “Tapi kadang saya juga menjualnya dengan harga ratusan juta rupiah, tergantung keindahannya. Dan saya juga menjualnya lengkap dengan cincin atau tanpa cincin,” ujarnya.

Mengenai keaslian sebuah batu, Reli mengemukakan, butuh pengalaman yang cukup. Kalau tidak, dengan mudah seorang pembeli akan tertipu. Karena, di antara banyak jenis bebatuan, ada yang murni batu alam, ada pula batu buatan.

Selain menjual batu perhiasan, Pasar Rawa Bening juga menjual batu perhiasan yang masih bongkahan. Untuk memecah batu bongkahan itu, pembeli bisa mendatangi beberapa orang yang biasa melayani jasa memotong, menggosok dan memoles batu alam. Mereka berada di belakang pasar. Harga jasa gosok dan memoles sekitar Rp15 ribu.

Bukan saja itu. Di pasar ini juga dijual berbagai ikatan (cincin). Biasanya terbuat dari perak, baja putih, dan stainless steel. Motifnya pun berbeda-beda, antara lain; gigi bajing, jepit diamond sirkon, dan sisik naga.

Hendriawan (32), salah seorang pengunjung Pasar Rawa Bening mengatakan, kedatangannya ke pasar ini untuk mencari batu yang belum ada dalam koleksinya. Hendri mengaku bahwa ia punya hobi mengumpulkan berbagai jenis batu sejak berumur 24 tahun.

“Waktu itu ayah saya yang memperkenalkannya. Ayah saya bilang bahwa batu-batu tersebut bisa membawa rezeki,” ujar Hendri.

Menurutnya, batu yang dikumpulkan itu harganya sangat mahal. Bahkan ada yang mencapai ratusan juta rupiah. Kadang ia menghubungi teman sesama kolektor batu cincin untuk saling tukar menukar batu. “Kalau teman saya suka pada batu saya, saya tukar tambah dengan batu yang ia miliki,” ujarnya.

5 komentar:

  1. mas, foto batu keberuntungannya mana? kok gak ditampilin?? kasi dong ulasannya yang lengkap, biar temen-temen kagak bingung nyari informasinya... yach. thanks for all

    BalasHapus
  2. saya punya batu akik langka, warisan dari leluhur saya di daerah bugis, di ikat emas 18 karat ( suasa jaman dulu ), saya mau jual tapi saya tidak tahu batu akik jenis apa?? kalau anda bersedia membantu saya saya kirimkan fotonya??? mungkin bisa membantu saya untuk mengenalinya lebiah jauh?? berikut nomor handphone saya 081254446664. terima kasih???

    BalasHapus
  3. saya banyak batu langka nih om...silahkan lihat di FB saya Tonnymahardika@yahoo.com

    BalasHapus
  4. Salam pencinta stone (akik/agate)

    Kunjungi lapak ane di :
    facebook : facebook.com/bodhenk.ajah
    Tokobagus : budi_bodhenk.tokobagus.com

    BalasHapus