01 September 2009

BATU BUNGUR TANJUNG BINTANG,BANDAR LAMPUNG

Lampung menyimpan potensi batu Bungur yang bisa digunakan sebagai mata cincin. Batu mulia tersebut banyak dijumpai di Kecamatan Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan dan Kecamatan Blambangan Umpu Kabupaten Way Kanan.

Konsumen batu umumnya umumnya masyarakat kelas ekonomi menengah. Cincin jenis ini dipercaya bisa meningkatkan rasa percaya diri para eksekutif muda dan pejabat. "Kamis (28/5), sekitar pukul 11.00, Amir Hamzah cari batu akik di sini. Mantan caleg itu suka lihat-lihat batu akik alami yang warna dan motifnya unik," kata Mirwansyah, pengrajin dan pedagang batu mulia di Pasar Tengah, Bandar Lampung.

\Namun harganya lebih tinggi sehingga beberapa pedagang cenderung membeli dari Jakarta dan Sukabumi, Jawa Barat. "Batu Bungur asal Tanjung Bintang sangat diminati pencinta akik, kelasnya lebih tinggi dibanding batu akik yang banyak diambil dari Jakarta," katanya.

Pengrajin akik biasa menggunakan batu Bungur sebagai mata cincin karena bentuk dan warnanya yang indah. Batu bungur memiliki warna ungu yang mengkilat. Biasanya batu ini sudah memiliiki warna khas sejak di alam.

Ahmat Malwan, pengrajin batu akik dan permata Matorani, mengatakan Batu Bungur di Lampung memiliki kualitas yang bagus. Wajar jika banyak kolektor dan pencinta akik yang mencari produk Lampung tersebut.

"Batu akik yang berkualitas bisa dilihat dari warna, motif, dan keasliannya. Sekarang banyak batu akik yang berasal dari kristal buatan. Atau, batunya asli tapi wana dan motifnya buatan," ujarnya.

Lelaki yang sudah 15 tahun menjadi pengrajin batik ini dalam sehari bisa membuat sekitar 20 biji. Tapi jumlah ini tergantung tingkat kesulitan batunya. Harga satu batu akik antara Rp 100 ribu - Rp 3 juta.

"Pendapatan kami tidak pasti. Tergantung suplai bahan, konsumen, dan jumlah penjualan. Rata- rata omset sebulan Rp 10 juta," katanya.

Batu akik buatan pengrajin Lampung dikenal berkualitas. Namun harganya lebih tinggi sehingga beberapa pedagang cenderung membeli dari Jakarta dan Sukabumi, Jawa Barat.

"Batu Bungur asal Tanjung Bintang sangat diminati pencinta akik, kelasnya lebih tinggi dibanding batu akik yang banyak diambil dari Jakarta," katanya. (*)

6 komentar:

  1. Aduuh.. judulnya Batu Bungur kok gambarnya batu akik gan???.. Saya termasuk penggemar batu akik dkk.. koleksi batu bungur saya ada 2.. satu masih muda.. yg satu lagi estewe.. warnanya ungu total.. ngejreng.. crystal bening.. cahayanya mencilak.. irisan kerucut kebalik.. ikat perak gambar naga.. bentuk manis.. bikin resep siapa aja yang ngeliat.
    Batu sejenis ini orang jakarta bilang Kecubung Amatis.. tapi orang Lampung bilang Batu Bungur.. bisa jadi sih Bungur dengan KeCubung Amatis itu memang berbeda.. bisa dibilang serupa tapi tak sama.. karena memang Cahaya Cristal Batu Bungur asal Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan Prov. Lampung ini lebih ngejreng ketimbang Kecubung Amatis yang asal Kalimantan.
    Untuk kelas batu lokal.. Batu Bungur terbilang mahaaaalll.. Beberapa hari yang lalu ada kawan jual Batu Bungur segede sendok makan.. berat kurang lebih 20-25 Gram.. seharga 40 juta.
    Karena memang di Lampung sendiri batu ini sudah terbilang langka.. khususnya yang punya corak warna ungun setengah tuwa alias ungu total sperti itu.. kalo yang warnanya ungu muda masih banyak.. dan harganya juga relaitif murah.

    BalasHapus
  2. saya punya batu bungur tanjung bintang,,apa ada yg minat bs hubungi sy di 082177102721

    BalasHapus
  3. saya punya 4 buah juga masih muda....tapi skrg cuma tinggal 2...klo minat silahkan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. minta nope ato pin donk mba..ni nope ku 085869902200

      Hapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. Salam semuanya !!!! Salam blogger !!!!
    Kami ingin menawarkan batu asli bongkahan kecubung dan kristal kwarsa ukuran keci2 warna jernih info 085218346186 Atau pin bb 238a2F2F

    BalasHapus